Jumat, 22 Juli 2016

Mencium Bumi, lagi!

Rabu, 20 Juli 2016. Saya dan Indah (adik kost Saya) berniat untuk mengikuti jobfair di UNY. Saya berangkat dari rumah saya di Gemolong, sekitar 30 menit dari Solo. sampai di Solo sekitar jam 8, kemudian karena belum menyiapkan uborampe jobfair alias belum print cv akhirnya kami ke belakang kampus untuk ngeprint dulu. setelah isi bensin, perjalanan panjang ke kota sebelah segera dimulai. semuanya lancar sampai ada razia kendaraan roda 2 di Klaten. untungnya yang mengemudi di depan adalah Indah, coba kalau saya, pasti bayar 100 rebu deh karena pasti ditilang hehehe. sudah hampir 5 tahun bisa naik motor tapi sampai sekarang saya masih juga belum punya SIM C. kejadian lucu terjadi waktu saya mencari STNK, tas yang saya bawa talinya masuk ke pelindung knalpot dan tidak bisa ditarik keluar. saya sempat bingung, bagaimana ini kalo sampai nyangkut dan tidak bisa keluar. sampai ada pak polisi yang membantu saya untuk mengeluarkan tali tas tsb. akhirnya setelah dicoba plus banyak ngekek, tali itu lepas juga dari sangkutan wkwk.

sekitar jam 11 kami sampai UNY tidak ada halangan yang berarti. lancar jaya, parkir dan segera masuk ke auditorium. tak perlu lah ya saya jelaskan ngapain aja di dalem sono karena udah jelas pasti saya muter-muter cari gawe (lah, ini dijelasin? uhuhu). kami selesai berburu lowongan ketika adzan duhur berkumandang. karena lapar, kami terlebih dahulu mampir ke warung SS UNY untuk makan, sambil menunggu pesanan datang kami bergantian sholat di mushola.

setelah selesai makan saya menghubungi seorang teman yang tinggal di Jogja. jadi, semalam sebelum pergi ke Jogja kami janjian untuk dolan setelah saya pulang jobfair, kami ketemuan di keraton dan memutuskan untuk pergi ke pantai Prangtritis. perjalanan ke Parangtritis memakan waktu sekitar 1 jam, ya iyalah ga mungkin pantai ada di tengah kota dong, pasti di pinggir kota :p

sampai di daerah prangtritis teman saya mengajak kami untuk melihat laut dari atas bukit. karena penasaran, kami setuju saja. sebelumnya teman saya itu menanyakan apakah berani mengendarai motor ke atas, karena jalanan ke bukit banyak tanjakan yang cukup tajam. Indah oke saja dan karena saya percaya Indah mahir dalam naik motor akhirnya kami menuju ke atas bukit. baru saja di tikungan pertama ke arah kanan, tiba-tiba roda depan selip daaaaan BRUK!! saya dan Indah jatuh mencium aspal. kaget pasti. saya baru saja berkata dalam hati: dengan kecepatan seperti ini dan belok bahaya nih, bisa jatuh, dan tetiba langsung bruk! terjadi sesuai yang saya ucapkan dalam hati :((

warga sekitar membantu meminggirkan motor. saya dan indah masih syok dan agak menunggu rasa kaget hilang. saya mengecek kondisi sendiri, tidak ada pakaian sobek ataupun luka luar, hanya perih di siku dan lutut, yang ketika dicek ternyata lecet dan tungkai bawah yang bengkak. Indah diam saja, sehingga saya khawatir. beberapa kali saya tanya dia jawab tidak apa-apa tetapi diam saja. kemudian dia bilang, Kak kayaknya gigi aku patah. nahlhoo, kaget lah saya, kok bisa giginya patah? ketika saya cek, ternyata benar gigi depan Indah patah setengah :((((((((((

sudah beberapa kali saya jatuh dari motor, tetapi tidak pernah sampai separah itu. saya bingung harus bagaimana, kami kemudian istirahat dan menenangkan hati. kami tidak jadi naik ke bukit tetapi hanya duduk saja di pantai Parangtritis.

ahh, rasanya, serba salah karena Indah jadi korban. saya tidak pernah jatuh separah itu :(( semoga gigi Indah bisa ditambal dan dapat kembali seperti semula (secara tampilan) dan semoga kami senantiasa hati-hati dalam perjalanan berikutnya, aamiin :3


Kamis, 23 Juni 2016

24 Juni 2016, hari ke-19 bulan Ramadhan lama tak menemui kawan berbincang yang satu ini, setelah postingan terakhir. wisuda jadi momen terakhir yang saya share disini. jangan-jangan saya terjangkit penyakit: sekali skripsi lalu mati! tidak mau menulis lagi, hahaha XD sesungguhnya banyak kejadian saya tulis, hanya saja tidak disini. biasanya di draft imel atau dalam memo handphone dan pagi ini iseng melihat blog sendiri. bersih-bersih dan mencoba meninggalkan jejak lagi (semoga ada lagi dan lagi dan lagi berikutnya) ;")) Ramadhan kali ini terasa khusyu, saya menghabiskan waktu dirumah. tak ada kegiatan diluar rumah (baca: pengangguran! :3) tetapi saya menyukai momen ini karena bisa banyak berkomunikasi dengannya, jauh lebih intens dibanding jika ber-Ramadhan di Solo. Alhamdulillah, banyak hal harus disyukuri daripada diperolok. semoga bisa menjadi bekal yang baik dan cukup serta bergizi untuk mengarungi sebelas bulan berikutnya sebelum (jika diberi umur panjang) bertemu dengan Ramadhan kembali. bukankah seseorang yang diberkahi di bulan Ramadhan akan tercermin dalam perilakunya setelah Ramadhan usai? dapat lebih baikkah? sebaik yang dilakukan selama Ramadhan. semoga momentum Ramadhan kali ini jadi sarana untuk memperbaiki segalanya. bersyukur juga kerana dapat menghabiskan banyak waktu dengan Ibuk, walopun tidak pernah berbuka puasa bersama (Ibu selalu buka puasa di masjid dengan sebayanya :p). mungkin saja setelah ini saya harus bertugas di luar kota lagi hehe (aamiin ya Allah, smg sgera mendapatkan jodoh yang cocok)- jodoh pekerjaan maksudnyaaa :p jodoh yang manusia juja boleh, uhuk! berkah berkah berkah, semoga Ramadhan kali ini membawa banyak berkah untuk saya dan temin-temin semua tentunya. mari beribadah secara dewasa, bukan ttg pahala dan dosa lagi tetapi ttg menjalin hubungan dengan-Nya dengan lebih baik lagi. happy fasting, semoga Ramadhan ini tidak berlalu tanpa mendapatkan berkah dan ampunan dari-Nya, aamiin aamiin (/-\)

Minggu, 08 November 2015


5 Mei 2015. 5 September 2015. S.Psi.al <3

Lamaaaaa sekali rasanya sampai hari ini tiba, hari dimana status mahasiswa saya segera bergeser menjadi s.psi ;)

Hampir 4 semester saya berkutat dg catatan resmi bernama skripsi, nemuin subyek di ujung sana, nyari subyek pengganti karena subyek kedua raib dari tempat nongki biasanya, menghadapi kemalasan luar biasa, diburu dosen yang sampai hampir menyerah menghadapi mahasiswa super males, dsb dsb yang super duper panjang kalau ditulis.

Daaaan kalau dosen saya tidak diburu deadline utk masuk kuliah di luar negeri sana mungkin saya masih ngetik tugas negara itu dan membeli keyboard ke-4 saya :p (skripsi saya itu menggunakan 3 keyboard lhoo hahahaha XD)

Tetapi sungguh rencana Allah tak pernah bisa ditebak. Ketika wacana keberangkatan dosmbing semakin dekat saya segera bertemu dg beliau dan ditodong untuk segera sidang. Alhasil, 2 malam saja saya melengkapi bab 4 dan 5 yang sudah lama menganga. Setelah dicek, pencarian waktu sidang segera dimulai. Kroscek sana sini daaan susah sekali. Berhari-hari nongki seharian dikampus hanya utk menanyai dosen perihal ini. Dan keajaiban muncul, ketika saya mulai lelah dosmbing utama saya memberikan hari kosong beliau (kosong karena ada ujian dihari tsb yg batal) kpd saya yg sudah bolak-balik menemui beliau utk meminta waktu sidang. Luar biasaa!!! Allah Maha Baik bukan? Bahkan caraNya sungguh luar biasa, dosmbing sendiri yg mencari saya wkwkwk XD

Hari itu, 5 Mei 2015, saya hanya ditemani Arum dan Iin yang saya daulat menjadi seksi konsumsi. Dengan iringan doa dr Ibu, Mamas, dkk yg tidak bisa menemani alhamdulillah semuanya lancaaaarrrrr, alhamdulillah bahkan rasanya begitu mudah ;)

Tunai sudah kewajiban saya kepada Ibu dan Mamas yag sudah bersusah payah membiayai kuliah saya. Tunai sudah janji Ibu pada Alm. Bapak untuk nyanguni (memberi bekal) sekolah pada anaknya. Dan tunai juga tugas Mamas membantu menyelesaikan kuliah adik satu-satunya.

Tetapi akhir ini adalah awal untuk itu. Awal yang lain. Perjalanan lain. Entah perjalanan dengan siapa dan dimana tetapi yang pasti bekal ini adalah untuk pergi.

Terima kasih Solo untuk perjalanan yang luar biasa, sampai berjumpa lagi pada perjalanan berikutnya ;)

Minggu, 29 Maret 2015

Jika mengenai cinta, mengapa aku tak pernah bisa? Mengertimu rasanya bagaikan ilmu yang tak bisa kuberi makna. Entah karena aku tak berdaya atau dirimu yang begitu sempurna. Aku dan kamu mungkin bersua, namun diantara kita ada jeda. Titik yang tak kumengerti mengapa kemudian ada diantara kita. Aku dan kamu bersua pada sebuah kata yang bermakna jarak, dan itu aku yakini membuat kita semakin tak bersama.

Kesempatan itu ada tetapi aku dan kamu tak pernah bisa. Pertemuan demi pertemuan berlalu begitu saja tanpa rasa, tanpa makna, hanya jeda. Hidupku dan hidupmu berada pada jarak yang berbeda. Sungguh jauh kurasa.

Pergilah bersama desiran angin yang menyejukkan, mengalirlah bersama air yang sentiasa menyegarkan. 

Segalanya tak selalu sama dengan yang kita harapkan bukan?


Berlayarlah sejauh mungkin, karena laut membuatmu rindu pada daratan. Berjalanlah, karena pergi membuatmu rindu untuk pulang. Bebaslah, karena sendiri membuatmu rindu untuk berbagi.



Minggu, 15 Maret 2015

trip to Ambarawa :)


Dengan iming-iming bisa makan duren sepuasnya saya dan Arum memutuskan untuk kerumah Iin di Ambarawa naik motor. Dengan rekor naik motor jarak jauh yang baru sebatas Solo-Ngroto (Sragen) bisa dibilang kami cukup nekat dalam mengambil keputusan ini. Tapi, hasrat dolan yang besar dan keinginan bisa mengunjungi rumah seluruh teman-teman dekat membuat kami menguatkan tekad. Sore itu, hari minggu setelah cukup istirahat sepulang dari Karanganyar, saya, Arum dan Iin memulai perjalanan jarak jauh lintas kota. Setelah membeli bekal dan mengisi bahan bakar, perjalanan tanpa henti dimulai. Kami memilih jalur Boyolali-Salatiga-Ambarawa sebagai jalan berangkat. Jalur ini saya pilih karena sebelumnya sudah pernah melihat dan melewati jalur ini ketika pergi dengan Anak Bawang ke Salatiga, jalur ini tidak terlalu ramai dengan kendaraan besar dan kondisi jalannya cukup bagus. Saya menyusuri jalan raya Boyolali sendiri karena Iin membonceng Arum. Sepanjang jalan ini saya lebih banyak berdzikir karena (serius) saya agak takut dengan jalanan besar ini :3

Ketika sudah satu jam berkendara, saya merasa tangan kanan saya sudah amat kesemutan sampai-sampai tidak bisa merasakan putaran gas di tangan saya, akhirnya saya meminta Arum untuk menepi. Sudah sampai di Ampel waktu itu, kami berhenti sejenak untuk minum dan ngluruske boyok. Udara semakin dingin ketika kami memasuki melewati jalan lingkar Salatiga untuk mencapai Ambarawa. Jalan lingkar ini masih baru dan mulus, cocok untuk para pengendara yang suka ngebut di jalanan :p

Sudah hampir maghrib ketika kami menginjakkan kaki untuk pertama kali dirumah Iin. Sungguh perjalanan yang panjang! Setelah istirahat dan mandi, tujuan kami ke Ambarawa tercapai juga, sepiring penuh duren dihidangkan untuk kami bertiga :D

Paginya, setelah memanen rambutan di samping rumah Iin, kami menyusun rencana untuk dolan ke beberapa tempat di Kota yang dikenal dengan Monumen Palagan Ambarawa-nya itu. Sekitar pukul 9 kami memutuskan untuk dolan ke Lapas Ambarawa. Kami bukan wisata ke sel tahanan lho yaaa, kami kesana menilik bangunan tua yang (dulunya) dipakai sebagai Lapas dibelakang Lapas yang sesungguhnya. Tidak sampai 30 menit kami sudah sampai di TKP dan waaaaooowww tempatnya sangat keren!!! Bangunan tua peninggalan sejarah masih kuat berdiri walaupun tidak dipungkiri ada rusak disana-sini dan tak lagi utuh seperti dulu. Saat ini, bangunan tesebut digunakan sebagai rumah tinggal (rumah dinas pegawai Lapas, menurut Iin). Tidak banyak bicara kami segera jeprat-jepret disana dan menyusuri sudut-sudut Lapas yang romantis itu. Sayangnya tidak ada tour guide yang bisa menceritakan sejarah lapas di masa lalu sehingga kami hanya melihat-lihat dan mengambil gambar. Menurut Iin lagi, bangunan tua ini sering dijadikan tempat pengambilan foto pre-wedding.





Demi kepuasaan pribadi saya mencari info mengenai Lapas Ambarawa melalui google dan mendapatkan beberapa data. Bangunan lapas Ambarawa dibangun pada tahun1834 sebagai benteng modern yang dinamai dengan Benteng Willem I (ada juga yang menyebutnya Benteng Pendem Ambarawa) yang pengerjaannya rampung pada tahun 1845. Pada umumnya benteng dibangun dengan prinsip defensif dan kuat namun benteng Willem I dibangun dengan desain berbeda. Dengan banyak jendela, benteng ini kemungkinan hanya digunakan sebagai barak militer dan penyimpanan logistik militer. Bangunan ini digunakan sebagai lapas sejak tahun 1950 sampai sekarang.

Puas melihat-lihat dan berfoto-foto, kami melanjutkan perjalanan. Tujuan berikutnya adalah Museum Kereta Api yang letaknya tidak jauh dari Lapas Ambarawa tadi, tapi sampai disana ternyata Museum KA masih ditutup karena sedang renovasi. Akhirnya kami memutuskan untuk ke Monumen Palagan Ambarawa. Berhubung sudah hampir duhur akhirnya kami rehat sejenak di warung batagor. Kata Iin, ini adalah tempat nongkrongnya semasa SMA, hihihi nostalgia rek :p

Selepas sholat, kami segera menuju ke destinasi selanjutnya yaitu Monumen Palagan Ambarawa. Tidak lengkap rasanya ke Ambarawa kalau belum ke Palagan, karena monumen ini cukup terkenal. Ternyata Palagan tidak jauh dari tempat kami nongkrong tadi. Biaya masuk ke monument Rp 4000,- sudah termasuk parkir (harganya menjadi Rp 5000,- jika datang di hari libur). Monumen ini tidak begitu ramai, hanya ada kami bertiga. Masuk ke museum Isdiman kami disuguhi seragam dan senjata yang pernah digunakan tentara Indonesia sewaktu berperang dulu. Melihat seragam seperti itu saya langsung ingat almarhum Bapak yang dulunya juga tentara. Disana juga dipamerkan macam-macam selongsong peluru, dirumah ada juga selongsong peluru seperti itu tetapi lebih kecil ukurannya dan sudah berganti fungsi sebagai asbak.







Setelah melihat-lihat di dalam museum Isdiman kami keluar. Di luar monumen terdapat tugu tinggi dengan patung pejuang dan inilah yang disebut dengan monumen Palagan Ambarawa. Di depan monumen terbentang taman berumput hijau yang enak dipandang. Selain itu terdapat pesawat tempur, tank, mobil, dan satu buah gerbong kereta yang dipinjam dari Museum Kereta. Dibelakang monumen Palagan Ambarawa terdapat wahana bermain untuk anak-anak yaitu halang rintang dan ayunan. Di beberapa sudut terdapat juga bangku taman yang dapat digunakan untuk beristirahat setelah lelah berkeliling monumen Palagan Ambarawa.

Lelah berjalan-jalan kami segera pulang untuk berkemas dan bersiap pulang ke Solo. Setelah ashar kami sudah siap menyusuri jalanan besar lagi menuju Solo. Jalur pulang kami tidak sama dengan jalur berangkat, kami memutuskan untuk mengikuti jalur bis kota (jalur kota) dan sampai di Solo ketika adzan maghrib berkumandang.


Sungguh perjalanan yang luar biasa!!! Akhirnya saya merasakan perjalanan lintas kota dengan mengendarai motor sendiri. Dan sekarang, bersiap untuk perjalanan berikutnya umik! XD


Kamis, 27 November 2014

Sebelum kamu cemburu.

Sebelum kamu cemburu, aku akan jujur bahwa kamu bukanlah yang pertama. Karena yang pertama adalah ia yang suaranya kudengar saat pertama menghirup udara dunia.

Sebelum kamu cemburu, aku akan jujur bahwa kamu adalah lelaki kedua yang aku cinta, bahkan mungkin ketiga, karena yang pertama adalah dia yang menjagaku dari luka hati karena mencinta, dan berikutnya adalah ia yang menjagaku karena ia lebih tua.

Sebelum kamu cemburu, aku harus jujur bahwa di hatiku tak hanya kamu yang bertahta. Karena raja di hatiku tetaplah ia yang gelisah saat aku mulai panas dan demam.

Sebelum kamu cemburu, aku harus jujur bahwa dialah dulu yang segalanya, baru kamu. Dialah yang pertama kusebut dalam doa, setelahnya baru kamu.

Sebelum kamu cemburu, aku harus jujur bahwa pelukanmu bukan yang pertama kurindu. Pelukannya di pagi hariku adalah pelukan yang begitu kurindu, jauh sebelum kamu ada dan memelukku.

Sebelum kamu cemburu, aku ingin kamu tahu, bahwa kamu dan dia kucinta dengan berbeda. Dengan kadar yang tak mampu kukira. Dengan rasa yang tak terjabar oleh kata.

Sebelum kamu cemburu, aku ingin kamu tahu bahwa cintaku takkan habis padanya sekalipun kamu ada dan memberi cinta. Bagiku kamu selalu yang kedua, dan dialah yang pertama. Selalu dia yang pertama.

Dialah lelakiku, lelaki pertamaku. Lelaki yang kupanggil ayah. Lelaki yang rela berlelah untukku. Lelaki yang bahagia melihat langkah pertamaku. Lelaki yang menggendongku di pundaknya. Di pundaknya yang selalu jadi tumpuanku.

Dialah lelaki yang tak pernah melukai hatiku, sedikitpun sejak kelahiranku. Dialah yang kucinta selamanya, sepanjang usiaku.

I miss you, Dad. I Love you forever

Kamis, 08 Mei 2014

Langit

Akhir-akhir ini aku suka melihat langit, memastikan awan mewarnainya atau mendung menyelimutinya, atau Tuhan membiarkannya biru sebiru lautan lepas. Entah mengapa aku kini sering melakukannya. Mungkin karena aku sedang memperbaiki hubunganku dengan Tuhan. Hubunganku memang agak renggang sebelum saat ini. Bukan karena Dia yang menjauh, tapi aku yang memilih untuk bersembunyi dari-Nya, memilih jalan gelap yang ternyata jauh dari jalan-Nya.

Melihat langit meneduhkan hatiku, menuntun pikirku untuk menjelajah jalan demi jalan pada memori masa laluku. Betapa Tuhan begitu baik menuntunku kembali pada-Nya, menundukkan diri sebagai hamba dan menangis meratapi kebodohan masa lalu. Masa lalu itu tak begitu kelam, tetapi menyimpan bunga-bunga hikmah yang satu per satu tangkainya kini dapat mulai kupetik. Bunga-bunga itu kusimpan dalam vas berbentuk hati dan kusiram selalu dengan doa.

Langit biru disana diarsir awan putih, disinari cahaya matahari yang menawan. Beberapa hari ini cuaca cukup panas. Ah, sejenak bersyukur saat ini sudah tidak tinggal di Ibukota, apakah disana sepanas kota kecil ini? Kota kecil yang telah mewarnai hariku, kota kecil dengan langit indah di kala siang. Kota dengan angin sore yang menyenangkan. Tak terasa sudah hampir 5 tahun tinggal di bawah langit kota ini namun tak pernah memperhatikan langit seperti saat ini.

Biru, biru, biru
Kupandang langit dengan terpaku
Tiba-tiba saja teringat akan dirimu
Apakah kamu melihat langit yang sama denganku?
Langit indah yang menggoreskan namamu
Langit yang menampakkan kerinduan,
 yang kini kian mendalam
kekasih,
pantaskah kau kupanggil begitu?

Pernahkah sejenak membayangkan bagaimana jika langit berwarna merah? Bila senja datang kadang warna ini yang kita lihat di langit. Indah bukan? Dan sebentar saja kita kan larut kedalamnya bagai air yang diaduk bersama sirup merah yang manis. Bagaimana jika langit berwarna hijau? Melihat ke atas bagaikan melihat hamparan rumput luas yang asri. Jujur aku tak terlalu suka warna hijau. Aku lebih suka warna merah. Tetapi bila langit berwarna merah akankah ia kan tampak lebih mewah? Atau justru tampak menakutkan untuk dilihat? Kalau begitu biarkan langit berwarna biru!

Lamgit yang kulihat hari ini masih sama dengan langit yang kulihat 5 tahun yang lalu. Namun kini langit memiliki sejuta cerita, tentangku, tentangmu, tentang mimpi, tentang hati, dan itu adalah tentang kita.

Rabu, 03 Juli 2013

Kamarku Istanaku ;)

empat tahun yang lalu saya memasuki kamar ini dengan hati yang campur aduk. ada senang, sedih, bingung, dan deg-degan juga. sekalipun sudah pernah merantau di kota lain sebelum solo tetapi pindah ke solo (yang notabene-nya masih 'jawa') tidak serta merta membuat saya dengan mudah merasa betah.

kost-an saya ada di daerah Kandang Sapi. yak! Kandang Sapi ;p
pertama kali saya juga heran kenapa diberi nama kandang sapi. kalau saya tinggal di kandang sapi berarti saya itu . . . ahhh, kenapa leluhur daerah ini tidak memberi nama yang lebih bagus ya? hehe.



sejak awal masuk kost ini, yang katanya namanya kost 'KEPPLER' (jangan tanya kenapa namanya keppler karena saya ga pernah nanya ke ibukos ;p), saya masih menempati kamar yang sama, lantai dua kamar paling ujung sebelah jemuran baju ;p kamar yang dulunya sering saya ubah-ubah tatanannya sebelum penuh dengan barang-barang kotak yang harus dekat dengan colokan listrik. awalnya gda perangkat elektronik apapun dikamar ini, sepiiiiiii bawaannya tiap hari, kalo sekarang malah mantengin layar segiempat mulu, haha ;p

empat tahun lalu saya pindah ke kost ini dengan diantar oleh kakak saya, yang langsung pulang setelahnya. waktu itu kost-an masih sepi karena penghuni lamanya masih liburan dirumah masing-masing. beberapa hari saya hanya sendirian di kost. hampir setiap malam saya menangis, kesepian di perantauan, tanpa teman, tanpa saudara, jauh dari orang tua, haha. saya pernah juga menyesal kenapa tidak menuruti perkataan ibu untuk kuliah di purwokerto saja supaya tidak perlu kost dan jauh dari rumah, tapi toh ini semua keputusan saya. bukankah saya yang memilih psikologi UNS sebagai pilihan pertama sewaktu mengisi formulir SNMPTN? 

sekarang, tidak terasa sudah empat tahun saya menghabiskan banyak waktu saya di sini, tertawa-menangis, sedih-suka, rajin-males, hohoho. dari awal kamar ini cuma isi lemari, tempat tidur dan meja-kursi sekarang udah tambah tipi, komputer plus printer, buku-buku, lumba-lumba, kurak-kurak, haha. bukan pamer, cuma ngasih tau aja kalo dulu kamar saya cukup luas sekarang bisa dibilang jadi sempit :3

sewaktu kampus saya pindah dari tirtomoyo ke mesen, saya sempat berpikiran untuk pindah kost agar lebih dekat dengan kampus baru, tetapi itu urung saya lakukan karena kost saya ternyata lebih nyaman dari kost-kost yang saya datangi (dan lebih murah juga sih, ehe ;p) dan nyatanya sampai semester tuak pun saya masih nyaman disini, sekarang sudah jadi senior len ;p

sekarang sudah banyak anak baru di kost ini. yang saya heran sih, ada beberapa kamar yang penghuninya dua dan tiga. kalau dua masih agak mending tapi kalau tiga? tiga gitu dalam satu kamar? padahal bisa dibilang ukuran kamar disini tidak terlalu luas untuk tiga orang. belum lagi minimnya menjaga privasi masing-masing ketika satu kamar dihuni bertiga. kalau ganti baju, gimana? kalau mau nangis, gimana? belum kalau teman sekamarnya itu bukan orang yang rapi, barang bertebaran dimana-mana, makan ati deh tiap hari haha ;p sekalipun teman akrab, kita tentu butuh waktu untuk diri kita sendiri, menurutku sih. tapi yaaa kembali ke mereka masing-masing lah, kalau emang nyaman rame-rame begitu :3

saya berharap semoga saya bisa meninggalkan kost ini secepatnya. bukan karena diusir yaaa, tapi karena sudah purna tugas untuk kuliah, hehe ;p sekalipun kamar ini sudah menjadi istana saya di solo, tetapi perjalanan saya masih amat jauh untuk hanya dinikmati di kamar ini, wuhuuuu ;)




@umayumie, ratu di kamar sendiri ;p

Jumat, 28 Juni 2013

kupu-kupu dalam toples

anggap saja saya sedang ngawur dan jangan diambil pusing, tapi saya sendiri pun merasa demikian. banyak hal saya pikirkan tapi tak dapat saya temukan kesimpulannya. semua menggantung begitu saja di alam pikiran saya. membuat kepala saya makin berat dan dahi saya makin 'cunong.' tetapi bukankah dengan berpikir ini kita sejatinya dikatakan hidup? kalau anda tidak berpikir berarti (jiwa) anda sudah mati.

kemarin malam tiba-tiba saja saya merasa seperti kupu-kupu dalam toples. bisa terbang, berputar-putar, naik-turun tapi tidak mampu terbang lepas mengitari semesta. yang saya sebut toples disini adalah aturan-aturan yang ada di sekeliling kita, kontrol sosial dari lingkungan sekitar, dan lain sebagainya yang saya anggap sebagai pengikat. memang semua itu diperlukan dalam kehidupan tetapi dalam hal ini saya merasa terkungkung.

saya iri melihat teman yang bisa dengan bebas menyuarakan keinginannya tanpa terkungkung norma-norma tadi. saya iri melihat kepak sayap mereka begitu bebas dan tak terbentur kaca. tidak bijak bila saya berandai-andai seperti mereka, tapi dalam lamunan semua sah-sah saja ;p

saya bebas menjadi diri saya sendiri dalam lamunan. menjadi apa yang saya ingin, melakukan apa yang saya suka, dan yaaaa sedikit melanggar aturan di atas untuk kepuasan lamunan. semua indah-indah saja, tetapi kita saya mulai 'melek', semua menjadi terlalu susah untuk dilaksanakan, bahkan untuk dikatakan saja begitu sulit.

anggap saja sekarang saya sudah keluar toples dan bebas terbang ke mana saja, hinggap di bunga mana saja yang saya suka, ungu, merah, kuning, apapun warnanya jika ia menggoda maka akan saya hisap madunya. saya bebas menulis apa yang saya suka, bebas menumpahkan goresan lamunan saya, dan bebas juga bersenandung sumbang selagi terbang.

apa yang saya pikirkan kemarin malam terlalu sulit untuk diwujudkan dalam huruf, terlalu sulit juga untuk diumumkan karena ia muncul ketika saya tidak berada dalam toples jadi saya tak ingin anda semua mengernyitkan dahi ketika membacanya. anggap saja saya sedang ngawur. memang. saya hanya rindu menulis, dan tidak tahu hendak menulis apa, jadi saya terbang-terbang saja dalam toples saya ;p



@umayumie, sedang terbang dalam toples :3

Senin, 03 Juni 2013

almost married ;)


cerita ini ditayangkan di trans tv, kapannya saya lupa hehe

ceritanya tentang dua anak SD yang berteman dekat. awalnya mereka tidak kenal, lalu saling kenal, lalu saling memberi perhatian. bintang (nama si anak laki-laki) sering dimarahi ayahnya karena hal-hal sepele dan sekar (nama si anak perempuan) hidup pas-pasan bersama neneknya, dia juga membantu pamannya bekerja di bengkel sepeda. keduanya merasa tidak bahagia dengan hidup mereka, singkat cerita kemudian mereka memutuskan ingin menikah. alasannya simpel, mereka ingin bahagia. keinginan ini muncul karena ibu bintang pernah bercerita kalau dirinya bahagia setelah menikah dan anak-anak tadi tidak cukup mengerti bahwa konsep menikah hanya untuk orang dewasa. mereka hanya ingin bahagia, yaa bahagia!

bintang dan sekar sampai kabur dari rumah keduanya untuk bisa menikah di rumah pakde nya di lain kota. ketika 'pernikahan' bintang dan sekar hampir berlangsung, ayah bintang datang dan memaksa bintang untuk ikut pulang kerumah. bintang akhirnya dipindahkan ke amerika oleh ayahnya. 15 tahun kemudian bintang pulang dan berusaha mencari sekar, yang ternyataaa bekerja di perusahaan miliknya. keduanya tidak pernah saling melupakan dan mencoba menyusuri jejak-jejak masa lalu mereka tanpa melewatkan sedikitpun detail-detailnya. endingnya . . . yaa pasti kalian sudah bisa menebak lah ya hehe ;) (ini ceritanya kilat banget, hehe)

buat saya, kisah ini menarik. simpel banget tapi ada hal-hal yang begitu ngena dihati(ku) ;)
betapa kebahagiaan adalah dambaan setiap orang, entah dengan cara apa, manusia ingin meraih kebahagiaan itu dalam hidup mereka bahkan dengan cara yang belum mereka mengerti sepenuhnya. saya sering membaca kata-kata bijak, bahagia itu mudah asal kita bisa bersyukur. benarkah? yaa itu tergantung persepsi anda ;) buat saya ada benarnya juga haha ;p

@umayumie, sedang ingin menulis saja ;p

Selasa, 30 April 2013

Nanji, Engklek dan Bintang-bintang

seperti biasa, minggu pagi selalu saya habiskan di CFD bersama dengan teman-teman anak bawang. tak peduli betapa masih ngantuknya karena tidur diatas jam 2, rutinitas bermain ini selalu bisa memaksa saya untuk 'melek' dan bergegas pergi. hari itu, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil bernama Nanji. awalnya dia hanya melihat stand kami dari boncengan neneknya (kalo ga salah, hehe ;p), tetapi ketika diajak turun dan ikut bermain, dia langsung bersedia. apalagi sang nenek dengan setia menungguinya sambil duduk di halte.

ketika ditanya mau main apa, dia menjawab ingin main engklek. lalu saya dan teman-teman mencarikan 'gacuk' untuk bermain Nanji. selama bermain Nanji terlihat antusias, dia berusaha melompat dari satu kotak ke kotak yang lain dengan baik, walau beberapa kali tidak sesuai aturan, Nanji mau mengulangi dan mau belajar. bermain bersama anak kecil tidak membuat saya mengalah, saya tetap bermain dengan baik seperti jargon-nya anak bawang, saya bermain tapi tidak main-main ;)

bermain engklek membutuhkan waktu yang cukup lama, dari kotak pertama sampai kotak ke-delapan, sampai harus melempar ke bulan (saya lebih suka menyebutnya parabola, hehe ;p) dan melemparnya keluar untuk mendapatkan bintang.

Nanji begitu bersemangat. tiga bintang ia dapat. tak sia-sia jerih payahnya dalam melompat kesana kemari, jatuh pun ia lakoni, demi kemenangan yang begitu berarti eaaaaaa ;p

saya ingat ketika Nanji melempar gacuk dia suka berteriak "BISA!!", saya tertawa saja tetapi dalam hati saya berkata "hebat, anak sekecil ini sudah bisa memotivasi dirinya sendiri untuk bisa mendapatkan keinginannya/mencapai harapannya."

dari Nanji saya belajar tiga hal (yang harus kita miliki ketika sedang berjuang): satu, motivasi diri, dua, kerja keras, dan tiga, semangat pantang menyerah.

delapan kotak yang harus dilewati dengan satu kaki diibaratkan kerja keras yang harus kita lakukan sehari-hari dalam hidup. ketika kita mendapatkan bintang, kita boleh menjatuhkan kedua kaki kita diatasnya. bintang itu layaknya hasil kerja keras yang dapat kita nikmati setelah bekerja keras. setelah mendapatkan satu bintang, kita akan berusaha mendapatkan bintang berikutnya bukan? ya, bekerja keras tidak lantas berhenti ketika mendapatkan salah satu keinginan, kita harus tetap berjuang untuk mendapatkan hal-hal lain yang masih kita harapkan untuk hidup lebih baik, dan lebih baik lagi ;)

seperti saya tulis kemarin, dalam setiap permainan terkandung nilai-nilai yang dapat kita ambil manfaatnya. tidak sekedar bermain dan bersenang-senang, tetapi sambil bermain kita juga dapat belajar.

@umayumie ;)






ilustrasi engklek/sunda manda

Sabtu, 27 April 2013

anak bawangan colomadu ;)

"ular naga panjangnya bukan kepalang
menjalar-jalar selalu riang kemari
umpan yang lezat itulah yang dicari
ini dia-nya yang terbelakang"

pagi ini saya dan teman-teman anak bawang bermain lagi ke colomadu, tepatnya ke TK Sudirman Colomadu. sebulan lalu mungkin, kami sudah pernah kesana untuk bermain bersama anak-anak manis itu, hehe ;)

beberapa permainan tradisional kami perkenalkan. permainan yang kami mainkan disini adalah permainan tanpa alat seperti ular naga (di solo dikenal dengan njuk tali njuk emping), sluku-sluku bathok, dan cublak-cublak suweng. selain permainan tradisional kami juga memperkenalkan ice breaking ala-ala cah psikologi juga haha ;)

adik-adik cukup antusias bermain bersama kami, mereka tersenyum, tertawa dan bergembira ketika bermain stasiun langsir, nyanyi bareng lagu jawa 'padang wulan' dan lebih-lebih ketika adik-adik sudah berlarian menghindari ular naga yang siap menangkap sang terbelakang, hohoho ;)

bermain bersama anak TK selain menyenangkan juga membutuhkan kesabaran. selain harus meberitahukan peraturan permainan dengan bahasa yang mereka mengerti, kita juga dituntut untuk sabar hehe ;) beberapa dari anak-anak masih suka ngambek kalau keinginan mereka tidak terpenuhi walhasil ujung-ujungnya berantem deh ama temennya sendiri, bahkan berantem sama kembarannya juga, haha ;p

anak-anak memang suka bermain. eits, jangan salah, bermain adalah salah satu bagian penting dalam proses perkembangan anak. dengan bermain, anak-anak belajar bersosialisasi dengan teman sebaya, belajar menempatkan dirinya dalam posisi sederajat, belajar kejujuran, keadilan dan berbagai nilai-nilai yang terkandung dalam setiap permainan. so, biarkan anak-anak bermain, tetapi jagalah anak-anak dengan permainan yang mendukung perkembangannya, bukan permainan yang meracuni pikirannya dengan hal-hal negatif ;)

aku bermain maka aku senang ;)

@umayumie

'cublak-cublak suweng'

'ular naga'



'sluku-sluku bathok'



Senin, 22 April 2013

lovely my Dad

12 April 2002 Bapak berpulang kepadaNya untuk selamanya. pagi itu, pukul 3 dinihari saya hanya tertunduk lesu di muka surat Yassin setelah tahu Bapak telah tiada. Saya tidak berani masuk kamar Bapak, saya takut, saya juga tak kuasa melihat raut muka Ibu di dalam sana, dan saya hanya percaya bahwa ini yang terbaik untuk Bapak. sebelum meninggal Bapak memang sakit dan sudah lama sejak awal kemunduran kesehatan beliau itu.
usia saya waktu itu 12 tahun, kelas 1 SMP. saya tidak tahu bahwa setelah hari itu kehidupan saya dan keluarga begitu berubah, semuanya. kebiasaan keluarga, perekonomian, sampai hubungan dengan keluarga yang lain. yang perlu saya catat hanya satu hal, yaitu kuatnya ibu menanggung semua beban itu di pundaknya. kakak saya waktu itu 16 tahun, kelas 1 SMA, belum menjadi lelaki seperti sekarang ini.

di mata saya, bapak segalanya. tidak ada lelaki seperti beliau. kuat diluar dan begitu lembut didalam. bapak memang sosok yang tegas dan disiplin, tetapi beliau adalah orang yang setiap pagi menggendong saya beranjak dari tempat tidur untuk mandi pagi. bapak jualah yang tiap kali menjemput saya di masjid ketika hujan seusai tadarus-an. 

dulu, setiap kali saya meminta sesuatu bapak lebih sering diam, hanya ibu yang menanggapi. tetapi keesokan harinya sepulang sekolah, barang yang saya minta sudah ada di rumah. betapa sayangnya beliau terhadap anak-anaknya terutama saya, anak bontot dan anak perempuan yang telah lama beliau nantikan kehadirannya. saya ingat, dulu setiap kali bapak potong rambut cepak, saya akan memainkan tangan saya di rambut beliau yang sudah putih semua. saya ingat, setiap pulang sekolah pasti bapak sedang duduk diruang tamu. saya ingat, bapak sering menyimpan buah atau roti untuk diberikan kepada saya. saya juga ingat, bapak selalu meminta ibu langsung menyiapkan makan siang ketika saya pulang sekolah. ya, saya ingat semua. saya tidak akan lupa, betapa bapak mencintai anak-anaknya.

saya iri melihat teman-teman yang masih berbapak dan ibu, hidup dalam keluarga yang lengkap dan tidak kekurangan kasih sayang dari seorang ayah. anak gadis mana yang tidak suka dipeluk ayahnya? anak gadis mana yang tidak suka dimanja ayahnya? anak gadis mana yang tidak suka jadi kesayangan ayahnya? dan saya hanya bisa menangis mengingat masa kecil bahagia saya bersama bapak ;((

@umayumie, pengin curhat.

Jumat, 19 April 2013

Layang-layang ;)

sore ini saya bermain layang-layang (layangan: jawa) bersama Komunitas Anak Bawang. Sebenernya yang main si bukan anak bawang karena para jagoan yang ikutan main ternyata gabisa menerbangkan layangan lewat dari satu menit, hahaha ;p tapi apapun kejadiannya bermain bersama anak bawang sudah pasti seru dan memberikan pengalaman baru hehe (,'')b

kami bermain layangan di taman, deket tanggul bengawan solo. mengajak anak-anak empunya kawasan itu buat main bareng (sebenernya sih lebih 'menyuruh' mereka main layangan karena setelah banyak mencoba pada gabisa naikin layangan) hehe ;p

bermain layang-layang jelas butuh teknik. sedari awal hendak naik sampai menjaga kestabilannya ketika telah sampai diatas, menjaga dinamika gerakannya, sampai tarik-ulur benang (senar) ketika bersaing dengan layang2 lain. mungkin karena kurang teknik anak bawang jadi gbisa, haha ;p (sebenernya memang sore tadi anginnya tidak terlalu bersahabat dengan kita). asyiknya main layangan itu ada di 3 hal:
1. usaha keras buat naikkinnya (aku biasa pake istilah ini ya, maap hehe ;p)
2. menjaganya untuk tetap stabil, dan
3. berlari mengejarnya ketika ia putus ;)
>> ini obrolan di parkiran sebelum main layangan wkwk

seru khan? apalagi mainnya di lahan luas, teriak2 dan ketawa2 liat anak2 nggerakkin tangannya naik-turun, kiri-kanan, hohoho seru banget deh ;)

semoga kita bisa mengambil pelajaran dari bermain layang-layang. pantang putus asa sampai impian mengudara (tercapai), pantang bersantai2 ketika ada di posisi aman dan pantang menyerah ketika banyak cobaan yang datang menghadang, begitu? (,'')9









@umayumie ;)

Selasa, 16 April 2013

entah

sesungguhnya semua yang ada pada dirimu aku tak suka, tapi setiap kali kamu ada-aku tak kuasa tak melihatnya. kau selalu muncul tiba-tiba, tapi selalu tiba-tiba juga mengundang rasa. tak sanggup ku membendung keingintahuan tentangmu, tentang hidupmu, tentang masamu. semua begitu sulit dijelaskan, begitu sulit juga untuk kudeskripsikan.

entah apa yang kurasakan, hingga melihatmu menjadi sebuah kebutuhan. semua begitu tak terjelaskan, haha ;p

Rabu, 20 Maret 2013

masih seputar anak :3


Setiap kali melihat pemberitaan mengenai kekerasan terhadap anak (yang kian marak) rasanya sedih sekali, mengingat bahwa anak adalah makhluk yang masih lemah. Anak belum mempunyai kekuatan atas apa-apa saja yang ditimpakan padanya. Meskipun Negara telah memberikan perlindungan kepada anak yang dituangkan dalam Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, namun pelangaran hak-hak anak masih banyak terjadi di negeri ini. bahkan, angkanya terus naik dari tahun ke tahun.

Kekerasan pada anak sering terjadi pada dua aspek, yaitu kekerasan fisik dan kekerasan seksual. Keduanya dilakukan dengan berbagai motif. Pelakunya bermacam-macam, dari mulai orang tua kandung, orang tua tiri, keluarga dekat (paman, bibi), tetangga sampai guru sekolah.

Munculnya banyak pemberitaan tersebut sesungguhnya merupakan sebuah kemajuan. Artinya, kasus-kasus pelanggaran hak anak mulai menjadi perhatian khalayak dan seharusnya dapat dijadikan pembelajaran bagi banyak pihak yang berkaitan dengan anak. Tetapi di sisi lain, kita jelas melihat masih lemahnya perlindungan bagi anak di Indonesia.

Sebagai mahasiswi pemerhati masalah sosial (cieee ;p), saya sungguh prihatin atas banyaknya kasus pelanggaran anak yang terjadi di Indonesia. Hal ini jelas membuktikan bahwa perlindungan atas hak-hak anak belum maksimal. Hal lain yang lebih saya takutkan adalah bahwa masih banyak masyarakat diluar sana yang belum mengetahui hak-hak anak yang tertuang dalam UU No. 23 tahun 2002. Dengan ‘buta’-nya  masyarakat akan hak-hak anak jelas merugikan bagi anak dan bagian terburuknya dapat membahayakan anak (dengan tidak didapatkannya hal-hal yg menjadi haknya).

Hak dan kewajiban anak tertuang dalam UUPA BAB III Pasal 4 sampai pasal 19. Dari banyaknya pasal ini antara lain menyebutkan bahwa setiap anak BERHAK hidup, tumbuh dan berkembang, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,  berhak mendapatkan pendidikan, pelayanan kesehatan dan jaminan sosial, berhak untuk beristirahat, dll.

Dalam Pasal 20 tertulis “Negara, pemerintah, masyarakat, dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak.” Nahhhh, kalo masih banyak masyarakat yang  tidak tahu apa saja hak-hak anak maka jelaslah mereka tidak mampu menyelenggarakan perlindungan bagi si anak. alhasil, pelanggaran dimana-mana. Bahkan dalam keluarga inti yang seharusnya menjadi penjamin utama hak-hak anak.

UUPA dengan mudah bisa didapatkan dari google lhoo, ayok segera mencari dan men-download biar pada tau apa saja hak-hak seorang anak, dan besok ketika menjadi orang tua kita bisa menjadi penjamin utama hak-hak anak yang baik (‘’,)9  


@umayumie ;)



Sabtu, 02 Maret 2013

Meng-anak bawang ;)


Anak bawang merupakan sebuah komunitas permainan tradisional. Bukan milik psikologi UNS, tetapi para penggeraknya kebanyakan mahasiswa psikologi UNS, hoho. Anak bawang mempunyai kegiatan rutin di hari minggu yaitu membuka stand permainan tradisional untuk dimainkan semua orang yang ingin bermain di kawasan CFD, Jalan Slamet Riyadi, Solo. Permainan yang disediakan beraneka macam, dari engklek (saya lebih familiar dengan nama ‘sunda manda’), egrang kayu/batok, lompat tali, dakon, malingan, kontrakol (kalau di purwokerto dikenal dengan nama ‘boy-boyan’), dam-daman, catur jawa Surakarta dll. Anak bawang bermain dengan semua orang, baik tua muda, laki-laki-perempuan, balita-anak-anak sampai dewasa juga, haha ;p

Beberapa kali anak bawang terlibat dalam acara-acara outbond, misalnya yang terakhir adalah outbond anak TK yang bekerja sama dengan Rumah Zakat. Kegiatan terbaru anak bawang adalah mengisi acara Baksos Dies Natalis UNS ke-37 di SD Kendal Rejo di Mojosongo, Surakarta (Fakultas Kedokteran sebagai pelaksananya).

Menurut saya, antusiasme anak-anak untuk bermain permainan tradisional masih tinggi. Mereka sangat tertarik ketika melihat papan catur jawa, dan sangat antusias ketika diajarkan cara membuat keris dari janur. Memang dari sekarang mereka harus dikenalkan dengan permainan-permainan tradisional karena jika tidak lambat laun permainan tradisional bisa punah dimakan kemodernan ;)

Aku bermain maka aku senang ;)


- catur jawa -








-belajar membuat keris janur-



@umayumie ;)

Senin, 25 Februari 2013

Perbedaan KPAI dengan Komnas Perlindungan Anak

Sore tadi saya menonton berita di Metro TV mengenai kekerasan seksual pada anak yang angka kejadiannya meningkat dari tahun lalu. Sayangnya kekerasan ini sering kali dilakukan oleh orang terdekat korban bahkan orang tua kandung korban (masih ingat kasus RI yang meninggal karena dugaan kekerasan seksual di Jakarta? pelakunya ternyata si ayah tha?). Dalam kilasan berita tadi ditampilkan pula pendapat dari seorang narasumber yaitu Aris Merdeka Sirait yang memang fokus dalam usaha-usaha perlindungan anak. Sayangnya pada keterangan nama, beliau ditulis sebagai ketua KPAI padahal beliau adalah ketua Komnas Perlindungan Anak (KOMNAS PA), sedangkan ketua KPAI yang sesungguhnya adalah Ibu Maria Ulfah.

Di masyarakat KPAI dan KOMNAS PA sering diartikan sebagai satu lembaga, namun dalam kenyataannya keduanya merupakan lembaga yang berbeda dalam hal tugas, wewenang, maupun tanggung jawabnya. Adapun perbedaan di antara kedua lembaga tersebut adalah:
  1. Dasar pembentukan KPAI ialah Keppres Nomor 77 tahun 2003 dan Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sedangkan KOMNAS PA pembentukannya disahkan dengan Surat Akta Notaris layaknya pembentukan LSM-LSM maupun yayasan sosial lainnya.
  2. Meski keduanya merupakan lembaga yang melindungi anak-anak, KPAI merupakan lembaga yang bertanggung jawab pada presiden sedangkan KOMNAS PA tidak bertanggung jawab pada Presiden karena KOMNAS PA merupakan lembaga independen yang terpisah dari pemerintahan yang biasa disebut LSM.
  3. Dalam hal dana, KPAI mendapatkannya dari dana APBN, tepatnya dari anggaran Departemen Sosial sama Kementrian Pemberdayaan Perempuan. Sedangkan KOMNAS PA yang merupakan LSM, sumber dananya tidak pasti, tergantung dari pendonornya.
bahasan ini terdapat di dalam laporan magang saya.



*UPDATE BARU

mohon maaf teman-teman, ketua KPAI saat ini ternyata sudah berganti dan dijabat oleh Ibu Badriyah Fayumi. Beliau adalah komisioner bidang Pendidikan pada tahun jabatan sebelumnya. Trims ;)

@umayumie ;)

memory ;)



Puisi-puisi ini saya tulis ketika saya masih tinggal di Tanah Baru, Depok. Biasanya saya menulis puisi ketika malam hari di beranda kos saya di lantai dua. Beranda depan itu adalah tempat favorit saya dimana saya biasanya menghabiskan senja dan malam tanpa kawan.

Disana saya banyak belajar bahwa hidup memang membutuhkan perjuangan yang besar, walaupun pelakunya hanya hamba yang kecil ;p


RENCANA
melamun sendiri
memikirkan hidupku
merenungkan nasibku
angin bergerak liar
menerjang malam yang menengah
menebarkan hawa dingin yang menusuk
cahaya kini tiada
meredup hilang warna
aku hanya mencoba
menulis rencana untuk hari tua
meski belum sepenuhnya bisa
setidaknya aku tlah mencoba


MIMPI
kutunggu pagi disunyi malamku
kutunggu embun dimuka fajarku
semua belum pasti
seperti langkahku disini
semua bagai ilusi
dan kuhanya ingin mantapkan hati
cita-cita yang melambung tinggi
kucoba raih sendiri
walau berat dihati
kupanjatkan doa untuk bisa nikmati


LANGIT
sepenggal kisahmu
masih terukir dihatiku
setelah waktu berlalu
kau masih ada difikirku
meski bukan cinta
walau tak ada rasa
tetap kumeratap
untuk sebuah pertemuan
yang belum pernah digariskan
tetap kuberharap
untuk ada seulas senyuman
yang terindah dari parasmu


PENANTIAN PANJANG
lelah hati mengusik sendiri
merasa sunyi
jauh angan melayang
melepaskan semua kepenatan
mencoba lewati
hari yang tersembunyi
terbang membubung
jauh tak terengkuh
rasa menjauhlah
bahagia mendekatlah


ANDAI GUE BISA
luas samudra
menghampar makna
tinggi angkasa
meletakkan cita
burung terbang tinggi
menghias pelangi
gue ingin lepas
gue ingin pergi
gue ingin terbang
sesuka gue
semau gue
sebisa gue


MY LIFE
meratapi kehidupan
yang kadang kuumpat sialan
kusadari ada dimana
kusadari sedang apa
kadang masih pake emosi
kadang masih lupa diri
hidup memang penuh misteri
tinggal bagaimana menapaki
jalan hidup ini
usaha keras pasti
ridho DIA untuk nanti


HARI ITU
kutarik senyuman
untuk sebuah kedustaan
ternyata semua berjalan
menjauhiku tanpa ingin berkawan
kutarik nafas pelan
ingin semuanya menjadi tenang
walau sejatinya diperutku serasa menendang
kubisa apa
bukankah ku tak mampu berkata
bukankah dia yang kuasa
dan aku hanya budaknya


BIMBANG
diantara banyak pilihan
kehidupan tak memberi bantuan
hatiku bimbang
kuingin semuanya berakhir senang
namun waktu tak ingini
aku ada disini
dia ingin aku pergi
dan melangkah kelain sisi
meninggalkan hari ini
untuk mengisi hati
dengan warna yang baru
dengan langkah yang jauh


MENCARI ARTI
apalah artinya kehidupan
bila setiap hari kurasakan kedukaan
apalah arti sebuah sapaan
jika itu hanya sebuah kepalsuan
apalah arti sucinya cinta
bila itu belum pernah terasa
apalah arti sendiri
bila bersama lebih memberi arti


ABOUT ONE LOVE
dan tak pernah kumengerti tentang cinta
karna cinta tak pernah memberi arti
untukku yang masih buta hati
karna cinta belum mau membagi
gejolak hati yang berwarna pelangi
rindunya diri yang selalu bermimpi
namun cinta sendiri tak mau peduli
padaku yang sendiri sepi
pada hidupku yang belum akan pasti
hanya coba mencari
bila tiba waktunya nanti
harap cinta kan ada
disetiap inci raga
disetiap ruang jiwa
biar terpatri disini
slalu abadi dihati
sampai mati


masih banyak yang lain. Saya posting besok lagi ;)



@umayumie (‘’,)b